Blogger templates

Pages

Minggu, 14 Desember 2014

Efek Samping Dari AIDS

Efek samping dari obat ARV, hampir sama dgn AIDS sendiri
Dody Achmadi menyunting dokumen di grup GERAKAN TOLAK ARV (GETAR) .
Kebenarannya adalah AZT, ddI, ddC , penghambat protease (protease inhibitors) dan obat-obatan lainnya yang disebut “antiretroviral s” tidak pernah didapati di studi terkontrol manapun yang membuktikan adanya manfaat klinis teruji terhadap para pasien AIDS. Satu-satunya studi terpublikasikan yang mengklaim adanya hasil positif hanyalah bersifat sementara dan tidak memiliki hasil statistik yang signifikan. (1)
Bahkan lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat cukup banyak bukti bahwa obat-obatan ini telah diketemukan dapat menyebabkan gejala-gejala yang sebenarnya ingin disembuhkan. Lebih dari 500 Medical Doctor dan atau Ph.D. telah menandatangani suatu pernyataan yang mengajak untuk diadakannya penilaian kembali bagi penyebab AIDS dan mempertanyakan apakah gejala-gejala yang ada benar-benar disebabkan oleh HIV.
Walaupun “antiretroviral ” lebih baru seperti ddC, ddI, dan d4T memiliki mekanisme analisator aksi dan toksisitas yang sama dengan AZT, mereka belum pernah diteliti secara ekstensif dan dengan demikian tidak didiskusikan secara detail seperti halnya penelitian-pene litian yang ditekankan di bawah ini.
1) Tulisan Pembukaan Glaxo mencantumkan peringatan berikut dengan huruf kapital besar dan tebal di awal bagian Physician’s Desk Reference edisi tahun 1998 yang mendeskripsikan AZT (merek Retrovir atau Zidovudine).
“RETROVIR (ZIDOVUDINE) BISA MENGAKIBATKAN TOKSISITAS HEMATOLOGI BERAT TERMASUK GRANULOCYTOPENI A DAN ANEMIA BERAT YANG TERUTAMA SEKALI ADA PADA PASIEN DENGAN HIV TINGKAT LANJUT (LIHAT PERINGATAN). PENGGUNAAN RETROVIR SECARA TERUS MENERUS JUGA BISA MENGAKIBATKAN SYMPTOMATIC MYOPATHY SERUPA DENGAN YANG DIHASILKAN OLEH HUMAN IMMUNODEFICIENC Y VIRUS.”

CARA BARU MENCEGAH AIDS

Mencegah penularan dan penyebaran hiv aids di Indonesia, memang bukan pekerjaan mudah. Penularan dan penyebaran penyakit hiv aids merupakan masalah sosial yang dipengaruhi banyak faktor. Misalnya budaya, sikap mental, pengetahuan, kesadaran masyarakat, pendekatan, teknik dan cara penyuluhan hiv aids itu sendiri, isi pesan yang disampaikan dan lain-lain.
Seharusnya dengan semakin banyak upaya atau program dilakukan untuk mencegah hiv aids, maka korban dan penderita hiv aids akan turun. Namun faktanya tidak demikian. Kecenderungannya penderita aids terus meningkat dari waktu ke waktu.
Jika demikian, mungkinkah kita memerlukan cara penanganan hiv aids yang baru, yang berbeda dari sebelumnya ? Yaitu agar penularan dan penyebaran hiv aids di Indonesia bisa segera diatasi bersama.
Salah satu yang sering dikesampingkan dalam penanganan hiv aids adalah pendekatan moral dan agama. Pendekatan moral dan agama sudah dianggap “tidak penting” lagi. Buktinya adalah adanya wacana pembagian kondom gratis untuk mencegah penularan hiv aids di kalangan masyarakat yang rentan terhadap bahaya hiv aids.
Wacana itu pun menuai banyak kritikan karena dianggap memberi peluang bagi seks bebas yang dilarang agama. Wacana itu lalu dihentikan, tapi hal itu terlanjur membuktikan bahwa nilai-nilai moral dan keagamaan telah dinomorduakan dalam upaya pencegahan hiv aids.
Mungkin sudah saatnya upaya pencegahan penularan hiv aids di Indonesia ini lebih merangkul dan mengakomodir nilai-nilai moral dan keagamaan didalamnya.

Kewaspadaan umum untuk mencegah infeksi HIV/AIDS

Prinsip kewaspadaan dalam menghindari penyakit AIDS mutlak diperlukan bagi mereka yang rentan terhadap penularan infeksi HIV. Prinsip ini dikenal sebagai prinsip kewaspadaan umum(general precaution), yakni pedoman tentang cara pengendalian infeksi untuk melindungi para pekerja medis, pasien, maupun orang lain sehingga mereka terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu.
Kewaspadaan umum dalam mencegah infeksi hiv aids meliputi :
  1. Cara menangani dan membuang benda-benda tajam yang dapat menimbulkan luka, sayatan atau tusukan. Termasuk dalam hal ini adalah jarum, jarum hipodermik, pisau bedah, gunting, perangkat infus, gergaji, pecahan kaca, dan lain-lain.
  2. Membersihkan tangan dengan sabun dan air sebelum maupun sesudah melakukan semua prosedur operasi.
  3. Memakai alat pelindung seperti sarung tangan, jubah, masker, dan kacamata pelindung bila terpaksa harus bersentuhan langsung dengan darah dan cairan tubuh lainnya.
  4. Melakukan pembersihan atau desinfeksi peralatan kerja dan lain-lain yang terkontaminasi.
  5. Penanganan tempat tidur, seprei kotor, lantai yang terkena noda secara tepat.
Sekalipun prinsip kewaspadaan umum untuk mencegah hiv aids ini terutama ditujukan kepada para pekerja medis, tak ada salahnya bila kita semua berhati-hati dan waspada untuk mencegah terjadinya luka yang disebabkan oleh jarum, pisau, gunting dan peralatan tajam lainnya. Apalagi bila kita hidup berdampingan dengan orang yang terkena infeksi HIV.
Akhirnya, menerapkan gaya hidup sehat dan setia pada pasangan suami atau istri anda mungkin adalah cara paling sederhana yang bermanfaat agar terhindar dari penyakit HIV/AIDS yang mematikan ini.

Ciri Wanita Terkena Gejala dan Faktor Penyebab HIV/AIDS

Ciri Wanita Terkena Gejala dan Faktor Penyebab HIV/AIDS- - -Jika anda terinfeksi virus HIV, anda juga lebih rentan mengalami kanker, khususnya kanker servik, lymphoma dan Kaposi’s sarcoma. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh, HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan AIDS ( Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS.

Gejala HIV dan AIDS bervariasi tergantung dari fase infeksinya.

Infeksi awal

Ketika infeksi HIV pertama, anda mungkin tidak akan mengalami tanda atau gejala apapun. Tetapi dalam beberapa minggu anda dapat mengalami:


Infeksi selanjutnya

Anda mungkin tidak akan mengalami gejala apapun dalam waktu 8 sampai 9 tahun, atau bahkan lebih. Tapi seiring dengan virus yang melipatgandakan diri dan merusak sistem imun, anda mungkin akan mengalami infeksi ringan atau gejala kronis seperti:
  • Pembengkakan node limpa – sering merupakan tanda awal infeksi HIV
  • Diare
  • Hilang berat badan
  • Demam
  • Batuk atau napas yang pendek

Infeksi tahap akhir

Dalam waktu sekitar 10 tahun atau lebih setelah infeksi pertama, masalah yang lebih serius dapat terjadi yang diistilahkan dengan AIDS dan dapat terjadi:
  • Infeksi yang terjadi ketika sistem imun lemah, seperti pneumocystis carinii pneumonia (PCP)
  • Kadar CD4 lymphocyte 200 atau lebih rendah – normalnya adalah antara 800 sampai 1.200

Seiring dengan perkembangan AIDS, sistem imun anda telah mengalami kerusakan parah. Infeksi akan mudah terjadi. Tanda dan gejalanya adalah:
  • Berkeringat di malam hari
  • Menggigil atau demam lebih dari 38 Celcius untuk beberapa minggu
  • Batuk kering dan napas pendek
  • Diare kronis
  • Noda putih pada lidah atau mulut
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Hilang berat badan

Anda juga dapat mengalami tanda dan gejala pada tahap lanjut infeksi virus HIV itu sendiri, seperti:
  • Rasa lelah yang tidak hilang dan tidak terjelaskan
  • Berkeringat pada malam hari
  • Menggigil atau demam tinggi untuk beberapa minggu
  • Pembengkakan node limpa lebih dari tiga bulan
  • Diare kronis
  • Sakit kepala yang tidak hilang

    Jika anda terinfeksi virus HIV, anda juga lebih rentan mengalami kanker, khususnya kanker servik, lymphoma dan Kaposi’s sarcoma.

15 GEJALA TERKENA HIV

Gejala terkena infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus mematikan penyebab infeksi  karena memperlemah sistem kekebalan tubuh manusia. Gejala infeksi virus HIV sulit dibedakan dengan infeksi lain dan mungkin akan terlambat didiagnosa.

Infeksi HIV ditularkan oleh cairan mengandung virus HIV seperti darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Dalam satu atau dua bulan setelah virus HIV memasuki tubuh, 40 sampai 90 persen orang hanya akan mengalami gejala seperti flu dikenal sebagai sindrom retroviral akut (Acute Retroviral Syndrome/ARS).

Kadang gejala HIV tidak muncul selama beberapa tahun dan bahkan hingga satu dekade setelah terinfeksi.

Ilustrasi HIV Foto

Inilah 15 gejala infeksi HIV :


1. Demam
Salah satu tanda pertama ARS adalah demam ringan disertai gejala lain seperti kelelahan, bengkak kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan. Pada kondisi ini, virus telah masuk ke aliran darah dalam jumlah berlipat ganda, sehingga tubuh mengalami demam sebagai reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh.

2. Kelelahan
Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat membuat orang merasa lelah dan lesu. Aktivitas tubuh yang ringan telah dapat menyebabkan kelelahan ekstrim.

3. Nyeri otot dan sendi, serta pembengkakan kelenjar getah bening
Orang kurang waspa gejala HIV karena mirip dengan infeksi virus lain, seperti sifilis atau hepatitis. Gejala mirip dengan penyakit lain, termasuk nyeri pada persendian dan otot-otot serta pembengkakan kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan cenderung menyebabkan peradangan ketika ada infeksi. Pembangkakan kelenjar getah bening biasanya terjadi pada pangkal paha, leher, dan ketiak.

4. Sakit tenggorokan dan sakit kepala
HIV juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan dan sakit kepala.

5. Ruam
Muncul ruam pada kulit dapat terjadi ketika tahap awal HIV atau mungkin muncul ketika telah parah. Ruam merah muda dapat muncul pada batang tubuh dan menyerupai bisul. Jika muncul ruam sulit diobati, Anda perlu melakukan tes HIV.

6. Mual, muntah, diare
Sekitar 30 sampai 60 persen pengidap HIV menderita mual, muntah, atau diare jangka pendek. Gejala ini juga bisa muncul sebagai akibat dari terapi pengobatan.

7. Penurunan berat badan drastis
Penurunan berat badan adalah tanda bahwa penyakit telah berkembang ke tahap sedikit lebih parah dan bisa sebagian disebabkan karena diare berat. Jika sudah kehilangan berat badan, itu berarti sistem kekebalan tubuh hampir habis.

8. Batuk kering
Batuk kering adalah tanda pertama bahwa infeksi telah memburuk. Tapi batuk kering berlangsung setelah satu tahun terjangkit virus HIV dan akan semakin parah. Penggunaan obat seperti Benadryl, antibiotik, dan inhaler tidak dapat menyembuhkan batuk ini.

9. Berkeringat di malam hari
Sekitar setengah dari orang terinfeksi virus HIV berkeringat di malam hari. Keringat ini dipengaruhi oleh infeksi dan tidak berhubungan dengan olahraga atau suhu ruangan.

10. Perubahan kuku
Tanda lain dari infeksi HIV pada tahap akhir adalah perubahan kuku, seperti penebalan kuku, kuku melengkung, terpisah dari kulit, atau perubahan warna kuku menjadi hitam atau garis-garis kecoklatan.

Perubahan warna kuku ini seringkali disebabkan oleh infeksi jamur, seperti kandida yang dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menurun.

11. Infeksi jamur pada mulut
Infeksi jamur juga dapat berkembang pada mulut atau kerongkongan pengidap HIV, menyebabkan sulit menelan.

12. Kebingungan atau kesulitan konsentrasi
Masalah kognitif bisa menjadi tanda demensia terkait HIV, biasanya terjadi di stadium akhir penyakit. Selain menyebabkan kebingungan dan sulit konsentrasi, demensia terkait HIV mungkin juga melibatkan masalah psikologis seperti mudah marah atau mudah tersinggung.

Bahkan mungkin termasuk perubahan motorik, misalnya menjadi ceroboh, kurang koordinasi, dan kesulitan mengembangkan fungsi motorik halus seperti menulis.

13. Luka dingin atau herpes genital
Kondisi ini merupakan tanda-tanda dari ARS maupun infeksi HIV makin parah. Herpes juga dapat menjadi media penularan HIV seperti herpes pada alat kelamin menularkan HIV ketika berhubungan seks.

Dan orang-orang memiliki HIV cenderung sering mendapat herpes karena HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh.

14. Kesemutan dan kelemahan
HIV pada tahap kronis juga dapat menyebabkan mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki. Hal ini disebut neuropati perifer, juga dapat terjadi pada orang dengan diabetes tidak terkontrol.

15. Tidak teratur siklus menstruasi
Penyakit HIV juga menyebabkan tidak teratur menstruasi, seperti darah keluar lebih sedikit dan menstruasi lebih ringan. Perubahan ini, mungkin lebih berkaitan dengan efek kehilangan berat badan secara drastis dan kesehatan memburuk akibat lemah sistem imun.

Infeksi HIV juga dikaitkan dengan menopause di usia dini, yaitu antara 47 sampai 48 tahun bagi wanita terinfeksi dibanding dengan wanita yang tidak terinfeksi yaitu 49 sampai 51 tahun. - See more at: http://caramemilih.blogspot.com/2013/02/15-gejala-hiv-virus-mematikan.html#sthash.YZyfs38D.dpuf

Pengobatan Alternatif Untuk AIDS

Terapi Antiretroviral telah membawa harapan baru orang yang hidup dengan HIV. Namun, mereka tidak menawarkan obat, hanya mengontrol penyakit, dapat menyebabkan banyak efek samping.
 

 
  http://cara-menyembuhkan.com
Lebih dari 70% dari orang HIV-positif telah berpaling ke pengobatan alternatif untuk mengobati penyakitnya. Beberapa orang menggunakan pengobatan alternatif sebagai pengganti pengobatan Barat standar. Namun, kebanyakan orang memilih untuk menggunakan pengobatan alternatif bersama dengan pengobatan Barat terstandar sebagai pelengkap atau obat integratif.

Pengobatan alternatif meliputi berbagai jenis terapi. Tujuan terapi ini adalah untuk:
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh
  • Memberikan bantuan dari gejala dan efek samping obat
  • Meningkatkan kualitas hidup penderitanya

Pertanyaan-pertanyaan Tentang HIV\AIDS

Apakah gigitan nyamuk membawa risiko terinfeksi HIV?
HIV tidak menyebar melalui gigitan nyamuk atau gigitan serangga lainnya. Bahkan bila virus masuk ke dalam tubuh nyamuk atau serangga yang menggigit atau mengisap darah, virus tersebut tidak dapat mereproduksi dirinya dalam tubuh serangga. Karena serangga tidak dapat terinfeksi HIV, serangga tidak dapat menularkannya ke tubuh manusia yang digigitnya.
Apakah saya harus khawatir tertular HIV saat melakukan kegiatan olah raga?
Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat ditularkan ketika seseorang melakukan olah raga.
Bisakah saya terkena HIV dari bersentuhan secara biasa? (berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet, minum dari gelas yang juga digunakan oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi yang sedang bersin atau batuk)?
HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiatan sosial, di sekolah, ataupun di tempat kerja. Anda tidak dapat terinfeksi lantaran anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet yang sama atau minum dari gelas yang sama dengan seseorang yang terinfeksi HIV, atau terpapar batuk atau bersin penyandang infeksi HIV.
Apakah HIV hanya menjangkiti kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja?
Tidak. Setiap orang yang melakukan hubungan seks yang tak terlindungi, berbagi penggunaan alat suntikan, atau diberi transfusi dengan darah yang terkontaminasi dapat terinfeksi HIV. Bayi dapat terinfeksi HIV dari ibunya selama masa kehamilan, selama proses persalinan, atau setelah kelahiran melalui pemberian air susu ibu.
Sebanyak 90% kasus HIV merupakan akibat dari penularan seksual dan 60-70%kasus HIV terjadi di kalangan heteroseksual.
Apakah kita dapat mengetahui bahwa seseorang terkena HIV hanya dengan melihat dari penampilannya?
Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang menyandang HIV atau AIDS hanya dengan melihat penampilan mereka. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja, namun mereka tetap dapat menularkan virus itu ke anda. Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak.
Bisakah saya terjangkit lebih dari satu infeksi menular seksual (IMS) pada saat yang bersamaan?
Ya. Anda dapat terkena lebih dari satu infeksi penyakit menular (IMS) pada saat yang bersamaan. Masing-masing infeksi memerlukan pengobatannya sendiri. Anda tidak dapat menjadi kebal terhadap IMS. Anda juga dapat terkena infeksi yang sama berkali-kali. Banyak pria dan wanita yang tidak merasa atau melihat gejala awal apapun ketika mereka pertama kali terinfeksi dengan IMS, kendatipun mereka masih bisa menulari pasangan seksualnya.
Ketika seseorang sedang menjalani terapi antiretroviral, dapatkan dia menularkan HIV kepada orang lain?
Terapi antiretroviral tidak dapat mencegah penularan virus ke orang lain. Terapi dapat membantu menurunkan jumlah virus ke tingkat yang tidak terdeteksi, namun HIV masih tetap ada dalam tubuh, dan dapat ditularkan ke orang lain melalui hubungan seksual, dengan bergantian memakai peralatan suntikan, atau melalui ibu yang menyusui bayinya.

Penyebab HIV

Terdapat 2 jenis virus penyebab AIDS,V yaitu HIV-1, HIV-2, HIV yang banyak ditemukan di daerah Barat, Eropa, Afriaka Tengah, Selatan, dan Timur. Sedangkan HIV-2 banyak di temukan di Afrika Barat.

PENYEBARAN DALAM TUBUH
Supaya terjadi infeksi, virus harus masuk ke dalam sel, dalam hal ini sel darah putih yang disebut . Materi genetik virus yang dimasukkan ke dalam DNA sel yang terinteksi. Di dalam sel, Virus berkembng biak pada akhirnya menghancurkan sel serta melepaskan pertikel virus yang baru. Partikel virus yang baru kemudian menginfeksi limfosit lainnya dan menghancurkannya.
Virus menempel pada limfosit yang memiliki satu reseptor protein yang disebut CD4, yang terdapat di selaput bagian luar. Sel-sel yang memiliki reseptor biasanya, disebut sel CD4+ atu disebut limfosit T penolong. Limfosit T penolong berfungsi mengaktifkan dan menagatur sel-sel lain pada sistem kekebalan.(misalnya limfosit B, makrofag dan limfosit T stitostik), yang kesemuanya membantu menghancurkan sel-sel ganas dan organisme asing.
Infeksi HIV menyebabkan hancurnya limfosit T penolong, sehingga teradi kelemahan sistem tubuh dalam melindungi dirinya terhadap infksi dan kanker.
Seseorang yang terinfeksi HIV akan kehilangan limfosit Tpenolong melalui 3 tahap selama beberpa bulan atau tahun.
1. Seseorang yang sehat memiliki limfosit CD4 sebanyak 800-1300 sel/mL darah. Pada beberapa bulan pertama setelah terinfeksi HIV sejumlah sel menurun sebanyak 40-50%. Selama bulan-bulan ini penderita bisa menularkan HIV kepada orang lain karena banyak partikel virus yang terdapat dalam luar darah. Meskipun tubuh berusaha melawan virus, tetapi tubuh tidak mampu meredakan infeksi.
2. Setelah sekitar 6 bulan, jumlah partikel virus didalam darah mencapai kadar yang stabil, yang berlainan pada setiap penderita. Perusakan sel CD4+ dan penularan penyakit kepada orang lain terus berlanjut. Kadar partikel virus yang tinggi dak kadar Limfosit CD4+ yang rendah membantu dokter mendapati orang-orang yang berisiko tinggi menderita AIDS.
3. 1-2 tahun sebelum terjadinya AIDS, jumlah limfosit CD4+ biasanya menurun drastis. Jika kadarnya turun hingga 200 sel/Ml darah, maka penderita menjadi rentan terhadap infeksi.
Infeksi HIV juga menyebabkan gangguan pada fungsi limfosit B. Limfosit B adalah limfosit yang menghasilkan antibodi. Seringkali HIV meyebabkan produksi antibodi berlebihan. Antibodi yang diperuntukkan melawan HIV dan infeksi lain ini banyak membantu dalam melawan berbagai infeksi oportunistik pada AIDS.
Pada saat yang bersamaan, penghancuran limfosit CD4+ oleh virus menyebabkan berkurangnya kemampuan  Sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan sasaran baru yang harus diserang.

Seberapa Sering HIV Dan AIDS Terjadi

Kasus pertama terjadinya AIDS dilaporkan pada tahun 1981, akan tetapi penyakit ini mungkin saja telah ada bertahun-tahun sebelum itu tanpa ada catatan. Infeksi HIV yang menyebabkan terjadinya AIDS telah menjadi penyebab terjangkitnya penyakit dan terjadinya kematian pada anak-anak, remaja dan orang dewasa usia muda di seluruh dunia. AIDS berada di urutan ke enam sebagai penyebab kematian untuk rentang usia 15 sampai 24 tahun di Amerika Serikat sejak tahun 1991.

Pada beberapa tahun terakhir, angka penularan AIDS meningkat dengan amat cepat diantara remaja dan orang dewasa muda. Setengah dari seluruh penularan HIV di Amerika Serikat terjadi pada pada orang-orang yang berusia dibawah 25 tahun; ribuan remaja terinfeksi HIV untuk pertama kali setiap tahunnya. Sebagian besar kasus HIV pada orang-orang yang berusia muda ditularkan melalui hubungan seks tanpa pelindung; sepertiganya disebabkan oleh penggunaan obat-obatan terlarang secara bergantian menggunakan jarum yang kotor dan terkontaminasi darah yang terinfeksi HIV.

Pada anak-anak, sebagian besar kasus AIDS dan hampir semua infeksi HIV baru diakibatkan oleh penularan virus HIV dari ibu ke anaknya pada masa kehamilan, kelahiran, atau melalui air susu.

Untungnya, obat-obatan yang saat ini diberikan pada wanita hamil yang positif mengidap HIV telah mengurangi jumlah penularan dari ibu ke anak secara signifikan di Amerika. Obat-obatan ini (seperti akan dijabarkan secara mendetil pada bab Pengobatan dalam artikel ini) juga digunakan untuk memperlambat atau mengurangi efek dari penyakit ini pada orang-orang yang telah terinfeksi. Sayangnya, obat-obatan ini tidak tersedia secara luas di dunia, terutama di negara-negara miskin yang paling terpuruk sebagai akibat dari terjangkitnya epidemi ini. Menyediakan akses ke pengobatan yang dapat menyelamatkan jiwa ini telah menjadi isu yang memiliki kepentingan global.

Minggu, 07 Desember 2014

Mitos Dan Fakta Tentang HIV/AIDS

Mitos dan Fakta Tentang HIV/AIDS yang Perlu Anda Ketahui
Untuk lebih memahami penyakit ini, simak mitos seputar HIV/AIDS dan temukan faktanya.
HIV sama dengan AIDS
Fakta: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menghancurkan sel imun tubuh CD4, ini adalah sel yang melawan penyakit. Dengan terapi pengobatan yang baik, seseorang bisa terinfeksi HIV selama bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS.
Seseorang didiagnosa AIDS ketika terjadi penurunan sistem imun yang bermanifestasi dengan munculnya berbagai penyakit opotunistik keganasan, misalnya TBC, herpes, toksoplasma, dan masih banyak lagi. Pada fase ini, penyakit flu pun bisa menyebabkan kematian.
HIV dan AIDS adalah penyakit homoseksual dan PSK
Fakta: Sebagian besar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah heteroseksual (berhubungan seks dengan lawan jenis) serta para pengguna narkoba jarum suntik. Data di Indonesia pada tahun 2011 76,3 persen kasus AIDS baru didapatkan dari penularan seks heteroseksual.
HIV/AIDS bisa menular lewat kontak biasa
Fakta: Kita tidak akan tertular atau menyebarkan HIV hanya dengan memeluk, mencium, berjabat tangan, atau menggunakan handuk yang sama dengan ODHA. Transmisi virus HIV hanya terjadi lewat darah melalui hubungan seks beresiko tanpa kondom, menggunakan jarum suntik yang sama, serta penularan dari ibu kepada bayi.
HIV/AIDS adalah penyakit kutukan Tuhan
Fakta: Penyakit ini menular melalui darah, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja; pria, wanita, bayi, dewasa, homoseksual, atau heteroseksual.
Positif HIV berarti akan segera meninggal
Fakta: Setiap orang yang positif HIV memiliki ketahanan tubuh berbeda-beda. Ada sebagian orang yang perjalanan infeksi HIV menjadi AIDS berlangsung puluhan tahun dan hidup normal, seperti Magic Johnson. Tetapi ada juga yang baru hitungan bulan sudah terkena AIDS.

Penyakit HIV/AIDS

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome merupakan kumpulan dari gejala dan infeksi atau biasa disebut sindrom yang diakibatkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia karena virus HIV, sementara HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat melemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Virus HIV dan virus-virus sejenisnya seperti SIV, FIV dan lain-lain biasanya tertular melalui kontak langsung antara aliran darah dengan cairan tubuh yang didalamnya terkandung HIV, yakni darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. AIDS merupakan bentuk terparah atas akibat infeksi HIV. HIV adalah retrovirus yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan manusia, seperti sel T CD4+ (sejenis sel T), makrofaga, dan sel dendritik. Tanpa terapi antiretrovirus, rata-rata lamanya perkembangan infeksi HIV menjadi AIDS ialah sembilan sampai sepuluh tahun, dan rata-rata waktu hidup setelah mengalami AIDS hanya sekitar 9,2 bulan. Banyak faktor yang mempengaruhinya, diantaranya ialah kekuatan tubuh untuk bertahan melawan HIV (seperti fungsi kekebalan tubuh) dari orang yang terinfeksi.Orang tua umumnya memiliki kekebalan yang lebih lemah daripada orang yang lebih muda, sehingga lebih berisiko mengalami perkembangan penyakit yang pesat. HIV memiliki beberapa variasi genetik dan berbagai bentuk yang berbeda, yang akan menyebabkan laju perkembangan penyakit klinis yang berbeda-beda pula.

Berikut beberapa tanda gejala penyakit HIV AIDS yang perlu kita waspadai :
  1. Penurunan Berat Badan Dengan Cepat. Penurunan berat badan ini biasanya tanpa ada sebab yang jelas. Hal ini karena biasanya pada penderita penyakit ini akan mulai kehilangan selera makannya. Walaupun makan dengan banyak kalori, karbohidrat, bergizi tetapi berat badan akan tetap menurun.
  2. Diare Yang Tak Kunjung Sembuh. Bila kita menjumpai seseorang yang mengalami diare berkepanjangan dan telah mendapatkan berbagai macam pemberian obat atau pun antibiotik belum juga sembuh, maka hal ini patut kita curigai dan waspadai bahwasannya seseorang tersebut tengah menderita salah satu gejala HIV. Apalagi bila faktor resiko banyak terdapat pada seseorang tersebut.
  3. Demam dan flu yang tidak kunjung sembuh. Seseorang tersebut akan mengalami demam yang berkelanjutan dan hilang timbul dan biasanya demam mencapai lebih dari 39 derajat celcius dan tak sembuh setelah kita berikan beberapa jenis obat antipiretika (penurun panas).
  4. Cepat Merasa Lelah. Karena jenis virus menyerang sistem kekebalan tubuh maka penderita HIV AIDS ini akan cepat merasakan lelah walaupun dalam aktifitas yang tak terlalu banyak.

Ada beberapa cara penularan penyakit ini. Cara penularan AIDS HIV bisa melalui perantara sebagai berikut :
  1. Seks bebas dengan penderita yang positif mengidap HIV. Maka bagi para pelaku seks bebas biasanya akan menggunakan salah satu alat kontrasepsi yaitu kondom. Maka ketika menteri kesehatan baru Indonesia yang dilantik menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih pada tanggal 14 Juni 2012 lalu ketika mengkampanyekan pemakaian kondom ini menuai kontroversial. Karena banyak juga masyarakat yang menilai bahwa kampanye pemakai kondom kontroversial tersebut akan bisa membuat persepsi bahwa hal tersebut menghalalkan akan adanya seks bebas pula.
  2. Mendapatkan transfusi darah yang tercemar akan virus HIV.
  3. Penggunaan jarum suntik yang bergantian, penggunaan jarum tindik atau pun pembuatan tatto yang telah tercemar virus HIV. Dalam hal penggunaan jarum suntik, maka para pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik sebagai medianya adalah termasuk dalam golongan orang yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit AIDS ini.
  4. Penularan dari ibu hamil yang positif HIV AIDS kepada janin yang dikandungnya. Sehingga bila bayi tersebut lahir maka sang bayi akan bisa mengidap pula penyakit yang serupa.
Penyakit HIV AIDS
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam mencegah penyakit HIV AIDS ini. Langkah-langkah pencegahan HIV AIDS yang bisa dilakukan adalah dengan cara :
  • Setia terhadap pasangan kita (pasangan suami istri). Jangan sampai kita melakukan seks bebas. Karena selain hal tersebut dilarang agama dan termasuk perbuatan dosa besar, dampak negatif dari seks bebas salah satunya adalah penyebaran penyakit ini yang dari tahun ke tahun jumlah penderitanya semakin meningkat. Fenomena gunung es juga menggambarkan bahwa banyak penderita AIDS yang tidak terdeteksi.
  • Bagi para tenaga kesehatan yang berhubungan erat dengan pasien, maka kewaspadaan ekstra harus tetap dilakukan. Karena penularan penyakit HIV AIDS adalah melalui perantara produk darah dan cairan tubuh, maka harus dilakukan dengan cara Kewaspadaan Universal (Universal Precaution). Kewaspadaan Universal adalah panduan mengenai pengendalian infeksi yang dikembangkan untuk melindungi para pekerja di bidang kesehatan dan para pasiennya sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu. Bisa dilakukan dengan cara hand hygiene, melakukan desinfeksi instrumen kerja dan peralatan yang terkontaminasi, cara penanganan dan pembuangan barang-barang tajam dengan benar.

Kamis, 04 Desember 2014

Menjelaskan Tentang Penyakit HIV\AIDS

HIV AIDS

HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.
AIDS  disebabkan salah satu kelompok virus yang disebuat dengan retroviruses yang sering disebut dengan HIV. Seseorang yang terkena atau terinfeksi HIV AIDS sistejm kekebalan tubuhnya akan menurun drastic. Virus AiDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes. Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.
Gejala-gejala penyakit HIV AIDS adalah :
  1. Demam tinggi berkepanjangan
  2. Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam
  3. Hilangnya nafsu makan, mua dan muntah
  4. Mengalami diare yang kronis
  5. Penderita akan kehilangan berat badan tubuh hingga 10% di bawah normal.
  6. Batuk berekepanjangan
  7. Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
  8. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
  9. Kurang ingatan
  10. Sakit kepala
  11. Sakit kepala
  12. Suklit berkonsentrasi
  13. Respon anggota gerak melambat
  14. Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
  15. Mengalami tensi darah rendah
  16. Reflek tendon yang kurang
  17. Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
  18. Infeksi jaringan kulit rambut
  19. Kulit kering dengan bercak-bercak.
Penularan HIV AIDS adslah :
  1. Hubungan seks kalmin
  2. Hubungan seks oral
  3. Hubungan seks melalui anus
  4. Transfusi darah
  5. Penggunaan jarum bersama (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
  6. Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.
Obat-obatan HIV AIDS :
  1. NRTI  (nucleoside atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor)
  2. NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
  3. PI (protease inhibitor) Fusion Inhibitor
Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan ;
  1. Jangan melakukan hubungan seksual diluar nikah
  2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual
  3. Abstrinensi (tidak melakukan hubungan seks)
  4. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah
  5. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
  6. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
  7. Jauhi narkoba.

Gejala-Gejala AIDS/HIV

BAHAYA AIDS DAN CARA PENCEGAHANNYA

HIV DAN AIDS
HIV (Human Immuno–Devesiensi) adalah virus yang hanya hidup dalam tubuh manusia, yang dapat merusak daya kekebalan tubuh manusia.
AIDS (Acguired Immuno–Deviensi Syndromer) adalah  kumpulan gejala menurunnya gejala kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit dari luar.

BAHAYA AIDS
Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus AIDS akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya biaya pengobatan. Bahaya AIDS yang lain adalah menurunnya sistim kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.

GEJALA-GEJALA AIDS
Sejak pertama seseorang terinfeksi virus HIV, maka virus tersebut akan hidup dalam tubuhnya, tetapi orang tersebut tidak menunjukkan gejala penyakit namun terlihat betapa sehat, aktif, produktif seperti biasa. Karena gejala-gejala AIDS tampak setelah + 3 bulan. Adapun gejala-gejala AIDS itu sendiri adalah :
  • Berat badan turun dengan drastis.
  • Demam yang berkepanjangan(lebih dari 38 0C)
  • Pembesaran kelenjar (dileher), diketiak, dan lipatan paha)yang timbul tanpa sebab.
  • Mencret atau diare yang berkepanjangan.
  • Timbulnya bercak-bercak merah kebiruan pada kulit (Kanker kulit atau KAPOSI SARKOM).
  • Sesak nafas dan batuk yang berkepanjangan.
  • Sariawan yang tidak sembuh-sembuh.

Memperingati AIDS Sedunia

Pada tanggal 1 Desember , dunia sekali lagi memperingati Hari Aids Sedunia, yang tidak lain bertujuan untuk mengajak masyarakat sadar akan bahaya Aids, berlomba-lomba mencegah infeksi HIV, dan mengontrol bagaimana hidup dengan virus tersebut.

Mengingat kembali bahwa masih banyak orang di luar sana yang bisa terserang virus ini dan mungkin dikucilkan orang-orang di sekitarnya. Hal ini membuat banyak orang yang peduli dan sadar akan HIV Aids menghimbau bahwa bukan orangnya lah yang perlu dihindari, namun virusnya.

Peringatan Hari AIDS Sedunia ini tentunya juga menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan menerapkan hidup sehat. Hari peringatan kesehatan yang digagas oleh World Health Organization (WHO) ini sendiri disimbolkan oleh pita merah yang menjadi lambang solidaritas antar sesama untuk ikut serta mendukung mereka yang positif HIV dan orang di sekitarnya.

Nah, tentunya, hal ini bisa menjadi salah satu pengingat untuk Anda juga ya Ladies agar tetap menjaga kesehatan serta mengerti akan bahaya AIDS serta bagaimana cara mencegahnya. Sekali lagi, Selamat Hari AIDS Sedunia
 

Blogger news

Blogroll

About